Pinterpijit’s Idle Place

December 24, 2008

FR Rejection Taman Bungkul

Filed under: Field Report — pinterpijit @ 11:01 am

Malam ini gwe diajak temen gwe buat ke TAMAN BUNGKUL – SBY, seperti biasanya walau jam udah diatas 10 malem, masih banyak Ladies-ladies dan cowok-cowok yang nongkrong. Setelah jauh muter-muterin TAMAN BUNGKUL, sensor PW gwe bedering.. tit tit tit tit… Ehem, sensor penglihatan gwe menangkap 2 set Hot Beibeh, rumus algoritma gwe langsung bekerja dan menghasilkan angka 7 dan 6,5.
Dan seketika itu juga, THREE SECON RULE: ONE.. TWO…

Gw: Maaf bntr
HB 7 HB 6,5: *bengong*
HB 7: ia?
Gw: Kalian ngerti FS kan?
HB 6,5: FS?
HB 7: *geleng2*
Gw: Friendster, ngerti?
HB 7: oh iya, kenapa?
Gw: Gini, drtd temenku janjian ama cewek dari FS, mereka janjian bakal ketemu disini setelah pulang kerja, eh ternyata si cewek ga dateng-dateng. Aq mo tanya opini cewek nih, apa sih yg bikin cewek itu ga dateng?
HB 7: Janjian lewat FS?
Gw: *ngangguk*
HB 6: Masang fotonya kale tuh
HB 7: Kurang minat ama fotonya kali
Gw: jadi gitu ya, misalnya nih kalo kalian diajak janjian ama cowok buat ketemuan kyk gn dari fs, kalian dateng ga?
HB 6: emmhh ga tau
HB 7: Liat-liat dolo deh
Gw: Oh I see, oh ia nama u sapa?
HB 7: kenapa? penting ya?
Gw: Pengen kenalan aja kykx asik
HB 6: Hmmm
HB 7: Painem :hammer:
Gw: Oh painem, kalo disebelahnya?
HB 6: ….
Gw: Ywd, cuma pgn kenal aja kok, gwe PAIJO salam kenal, thx ya *pergi*

MISSION FAILED.. gagal maning gagal maning

December 17, 2008

FR di Depan Kopma

Filed under: Field Report — pinterpijit @ 10:31 am

Sore ini abis kuliah berakhir gwe mampir dolo ke kopma, pas disitu gwe liat 2 HB, gwe liat teliti akhirnya gwe bisa simpulin salah satunya HB 6,5 dan satunya HB 6. Langsung gwe pake Three Second Rule, satu.. duaa..

Gwe: Anak G-Force kan? (anak fotografi)
HB 6,5: Iyah, kenapa yah?
Gwe: Boleh minta sedikit opininya ga? Kalian seniman bukan?
HB 6,5: *senyum kecil*
Gwe: Gini, gwe kan mo ada rencana mo ngecat kuku jadi item, menurut kalian kalo cowok kukunya dicat item kesannya gmn?
HB 6,5: *noleh ke HB 6 sambil pasang muka bingung*
Gwe: Apa kesannya jadi jorok gitu ya?
HB 6: Ah ga kok
HB 6,5: Ga kok, aq aja ini aslinya dicat item tapi lagi tak bersihin
Gwe: Jadi ga terkesan bikin risih atau jorok gitu ya?
HB 6,5: Ya kalo ada yang ngatain ya ‘diguyonin’ aja
Gwe: Soalnya gini, gwe kemaren telpon mantan gwe yang di Jakarta dan gwe sedikit curhat masalah ini, pas gwe bilang mo cat kuku item mantan gwe jadi ketawa-ketawa. Kalian tau kenapa ketawa?
HB 6,5 + HB 6: *Geleng-geleng*
Gwe: Soalnya dy bilang kalo di Amerika, cowok yang ngecat kukunya dengan warna item dicap sebagai GAY, menurut kalian wajah gwe wajah GAY ya?
HB 6,5 + HB 6: *ketawa kecil*
HB 6,5: Ah ga kok, itu kan di Amerika
HB 6: Ia kita kan di Indonesia
Gwe: Hehe dasar, oh iya lom kenalan, nama gwe Andri, U?
HB 6,5: *salaman* Aq Rani.
Gwe: Sapa tau kita bakal bisa FUN bareng, kenalin ama temen kamu dung yang disebelah..
HB 6: *malu2 menghadap kesamping*
HB 6,5: *toel2 HB 6* Eh eh tuh diajakin kenalan
HB 6: Mampus gwe.. *trus beranjak dari tempat*
HB 6,5: *ketawa kecil sambil ngikutin HB 6*
Gwe: Ywd have fun ya

Prasaan gwe ngebawain Body Language dengan lancar, Eye Contact juga lumayan.. Chemistri kurang muncul, dan gwe lom sempet NUMBER CLOSE. Mission not CLEAR

December 13, 2008

Gadis Bermata Malaikat: Perawan Pasir Putih

Filed under: Cerpen, Coretan — Tags: — pinterpijit @ 2:23 am

Cerita  ini cuma  salah satu dari banyak cerita yang pernah gwe tulis 2 taun yang lalu, dan saat itu gwe sempat kehilangan mood menuilis,  dan ga tau kenapa sekarang hasrat menulis gwe muncul lagi. Terdapat sedikit pengeditan dalam psoting cerita ini, yaitu nama tokoh cerita. Chapter lanjutannnya masih dalam draft.

Perawan Pasir Putih

Awan putih, pasir putih, buik ombak pun putih…
Berbaur dengan desiran ombak membentuk sayap langit
Mempertontonkan hamparan dunia buih
Terombang-ambing menanti pantai

Pakaian putih, rok putih, kulit pun putih…
Sepasang mata letih menjelajah jauh ke belantara langit
Menangkap rangkaian awan berbentuk sayap malaikat
Menusukkan kegetiran harapan dan penantian

Seorang gadis berdiri melayang di atas gundukan pasir putih. Perlahan dia menyibakkan rambutnya yang lurus, sejenak kilauan hitam bergoyang melewati bahu. Angin pantai sedikit menggoda, seakan ingin membuat rambut si gadis terus berayun cantik. Mata gadis itu tak henti menangkap bayangan langit, matanya begitu teduh, bayangan matanya terlukis dalam, sorotan matanya memelas tangis, sepasang mata itu terlalu letih memandang ungu. Mata itu mata malaikat…

Gadis cantik, kulitnya pun putih, hidungnya tak terlalu mancung, bibirnya merah tipis, wajahnya yang sempurna diukir oleh senyuman yang indah, lekukan manis di pipinya tatkala ia tersenyum membuat ia seakan bersayap, keindahan itu adalah pencerminan dari langit…

Gadis itu sedang menunggu… entah sudah berapa lama gadis itu memandang langit, juga entah apa yang ditunggui oleh gadis berparas dewi itu, namun tak penah ada bayangan yang tertangkap mata, semuannya konstan, anginnya, awannya, warna langitnya… Mungkinkah ia menunggu malaikat?

Gadis itu kokoh berdiri, nyala raja langit mencoba merayu gadis itu untuk berteduh… namun gadis itu tak menggubrisnya. Harapan itu menaunginya dari sengat, penantian itu mengubah nyala menjadi beku

Gadis cantik, kulitnya pun putih, apa yang ia tunggu?
Gadis cantik, senyumannya indah, mengapa yang ia tunggu tak kunjung datang?
Gadis cantik, gunakan sayapmu… dapatkah engkau terbang???
Gadis cantik, kepakkan sayap malaikatmu… sambut awan itu…

Gadis itu tetap tersenyum, senyuman yang ta pnah berubah… tak bisakah ia sejenak mengrenyitkan muka dan meneriakkan kata-kata serapah… “Bah… Persetan dengan kau!!! Aku lelah menunggumu!”. Tak akan, mungkinkah ia menghianati penantiannya selama ini… itu tak akan terjadi…

Gadis bodoh, apa yang ia tunggu?
Gadis bodoh, mengapa yang ia tunggu tak kunjung datang?
Gadis bodoh, dia tak kan pnah bisa terbang…
Gadis bodoh, yang ia tunggu tak kan datang…

Awan putih, pasir putih, buik ombak pun putih…

Semuanya adalah sama memancarkan putih, namun… sekejap gadis itu mengubah kemonotonan itu, dan serentak semua tak menjadi sama lagi walaupun semua mengalir di bawah putih. Gadis cantik itu mengangkat guratan senyumnya. Senandung senyum yang lama ia pendam kini ia lepaskan. Bibir itu bergerak indah. Lesung pipi itu melunak. Mempertegas paras dewinya yang tak bernoda. Senyuman baru itu indah sekali… cantik… Kini ia cantik bukan karena paras dewinya, tapi karena senyumnya… Perlahan senyuman itu mengubah sorot matanya, kini matanya tak memelas lagi, cara matanya memandang… itu adalah mata seribu malaikat…

Gadis itu menadahkan tangan ke arah langit… Serentak buih meloncat ke udara seakan menyambut kedatangan… awan ikut membuat celah mempersilakan kedatangan, pasir putih meninggikan gundukan, membuat gadis itu medekat pada kedatangan… mungkinkah itu…???

Mungkinkah yang ditunggunya datang???

Benar…

Gadis itu menunggu malaikat.. malaikat yang bersayap putih.. putih itu murni… putih itu suci… putih itu tak ternoda..

Sekarang, malaikat bersayap itu pun datang…

Tangan hangat itu melelehkan kebekuan dari sebuah penantian… tangan lembut itu dibalut bulu-bulu sayap…tangan itu mendekap hangat tubuh gadis cantik itu… tangan itu tangan malaikat…

Gadis cantik itu berbisik tawa kecil… gadis cantik itu menyambut tangan malaikat… Gadis cantik itu menyambut dekapan hangat malaikat… malaikat bersayap yang dinantinya dengan penuh kegetiran dan harapan… kini ada di pelukannya…

Tangan malaikat itu mendekap erat, dan si gadis pun membuatnya makin erat. Tangan malaikat itu mengusap rambut si gadis. Lalu tangan itu menjamah tubuh si gadis, dan gadis itu tak meronta. Kemudian malaikat itu mencium bibir mungil si gadis, dan gadis itu pun juga tak meronta. Malaikat bersayap mengulum bibir si gadis, gadis itu diam pasrah. Gadis cantik itu memberikan penantiannya untuk malaikat itu, dan sekarang ia memberikan sisa dari penantiannya untuk malaikat itu jua…

Gadis cantik.. malaikat bersayap… saling mendekap erat tubuh mereka
Gadis cantik.. malaikat bersayap… saling menjamah tubuh mereka
Gadis cantik.. malaikat bersayap… saling mencium bibir mereka

Si gadis tak sabar ingin menjamah sayap malaikat. Si gadis menggapai sayap malaikat itu, dan malaikat itu menanggalkan sayap putihnya. Lalu… malaikat itu menanggalkan pakaian putih si gadis. Malaikat itu menjamah tubuh si gadis dan menciumi tubuhnya. Malaikat itu menggigit lembut bibir si gadis, menghisapnya dan menguluminya, berulang-ulang sampai bibir gadis itu menjadi amat basah. Si gadis itu mendesah merasakan lembut sentuhan berbalut bulu-bulu sayap. Terus-menerus tangan itu membelai tubuh si gadis. Si gadis tak meronta ketika tangan itu membelai setiap kulit tubuhnya. Si gadis diam pasrah merasakan setiap sentuhan dan rangsangan tangan malaikat.

Gadis cantik… dan malaikat yang telah menanggalkan sayapnya… saling mengulum bibir mereka…
Gadis cantik… dan malaikat yang telah menanggalkan sayapnya… saling membasahi bibir mereka…
Gadis cantik… dan malaikat yang telah menanggalkan sayapnya… saling membelai tubuh mereka…

Si gadis sedikit meronta ketika belaian itu menyambut bibir kewanitaannya. Namun si gadis tak kuasa untuk lepas. Mata gadis berulang kali berteriak lemah memohon agar jeratan hangat itu segera berakhir.. tapi belaian rangsang itu terus menyerang bertubi-tubi. Membuat bibir mahkota si gadis menjadi basah, dan si gadis pun kehilangan kekuatannya. Si gadis melemas. Ia tak mampu lagi berdiri kokoh, ia pun jatuh lemas di atas gundukan pasir putih. Si gadis tak berdaya. Si gadis itu lelah setelah penantian panjang. Si gadis melepuh.

Malaikat tak bersayap menindih tubuh rapuh si gadis dengan kokoh di atas pasir putih. Tanpa disadari oleh si gadis, malaikat tak bersayap telah menangalkan semua kain yang menutupi tubuh si gadis. Lalu malaikat tak bersayap menghujani gadis itu dengan napsu birahinya bertubi-tubi, malaikat tak bersayap mengoyak mahkota si gadis! Si gadis itu tak kuasa menahan rasa getir menembus dagingnya, dan sang merah mengalir melewati paha si gadis. Si gadis memejamkan mata, menahan rasa sakit yang tak penah ia rasakan. Mata gadis itu kembali memelas tangis, kini butiran kristal sudah terbentuk dari sudut matanya. Si gadis menangis, tak kuasa ia menahan rasa sakit. Si gadis itu pun tak brani membuka matanya. Tangan si gadis meraba-raba hamparan pasir, mencoba menggapai sayap putih yang ditanggalkan malaikat itu. Namun sulit mencarinya. Dan si gadis pun akhirnya menjamah sesuatu, tapi bukan sayap! Terasa dingin, beku, gelap. Itu tulang belulang!!! Gadis itu tersentak, dan serentak membuka mata. gadis itu semakin terkejut melihat neraka di depan matanya.. DIA BUKAN MALAIKAT…!!!

Siapakah yang ada dihadapan si gadis???

OH TUHAAN…!!! Malaikat itu berubah suram! Dari bahunya keluar sayap mendung. Wajah malaikat itu memancarkan gelap. Serentak awan beralih hitam. Pasir pun berubah warna menjadi hitam. DIA IBLIS!!! Si gadis itu meronta-ronta dan berteriak memanggil langit. Namun langit tak kan pnah mendengarnya. Mendung telah mengusirnya. Si gadis berusaha lepas dari jeratan sang iblis. Namun sang iblis kokoh menindih si gadis. Si gadis menjerit takut ketika sang iblis menunjukkan kuku-kuku nerakannya, lalu meremas kaki si gadis kuat-kuat seraya sang iblis mencabut tulang kaki si gadis sampai keluar dari dagingnya dengan keras. Si gadis berteriak kesakitan… sakit sekali.. Wajah gadis itu memucat memancarakan ketakutan, kesakitan, dan kebencian. Darah gadis itu memancar deras menguraikan hitam pasir menjadi merah, dan seketika itu sang iblis pun tertawa menggelegar. Si gadis menerus menjerit kesakitan… matanya berbinar-binar, matanya yang teduh meleleh, menjadi gemrecik kebencian. Ingin si gadis membakar sang iblis… namun untuk menghentikan teriakan rasa sakitnya saja si gadis tak kuasa… belum sempat si gadis meneriakkan kata-kata serapah, sang iblis sudah lenyap dibawa mendung… yang tersisa hanya gelegar tawa ejekan sang iblis… juga rasa sakit yanag terpaku dalam, mengikis setiap kata harapan dan penantian… seketika itu hatinya ikut berdarah…

Jeritan si gadis meneriakkan kebencian itu meretakkan langit, mengusir awan-awan putih, mengubahnya menjadi mendung, lalu mengukuhkan gelap sebagai raja terang…

…dan seketika itu juga, nyala lampu seraya berpijar dari pojok ruangan di lantai dua sebuah rumah kuno di salah satu daerah pinggiran kota Cimahi. Seorang wanita berumur 25 tahun baru saja terbangun mendengar jeritan salah satu penghuni kamar dari rumahnya. Wanita itu sekarang sedang mendekap seorang gadis yang baru saja terbangun.

“Hiks..” terdengar isak tangis yang lirih dari sepasang bibir mungil.
Gadis yang usianya jauh lebih muda dari wanita yang sedang membelai rambutnya itu kini sedang berusaha mengatur napasnya yang terasa menyempit. Gadis itu bersandar lemas ditubuh kakaknya. Air matanya mengalir dari sudut mata, melewati pipi. Kaki mungil gadis itu telah hilang…

“Maafin kakak yah Okta, seharusnya kakak menjadi pelindung kamu”

Wanita yang lebih tua itu mencoba meniupkan udara hangat kepada gadis mungil yang masih berumur belasan tau itu, mencoba membangunkannya dari neraka.

“Kakak…” suara  lirih itu terdengar lemas, dan memelas.

Dan suara isak tangis ketakutan itu tak kan pnah berhenti sampai gelap terusir dari langit… kedua wanita itu berdekapan erat saling menerima dan memberi hangat tubuh mereka, dan senandung duka itu akan berulang lagi esok saat gelap.

Ending of Chapter 1

by
izayoi

December 12, 2008

LOGIKA vs EMOSI

Filed under: Relationship, Self-Improvement — pinterpijit @ 4:53 pm

Sebelumnya udah gwe singgung dalam post gwe sebelumnya mengenahi bagian-bagian otak dan peranannya dalam proses pengambilan keputusan, bahwasanya otak terbagi atas 3 bagian yaitu FISIK, LOGIKA, dan EMOSI. Tentu gwe dan lu, cewek ato cowok dah pasti otak FISIK nya berperan secara ga sadar, kalo ga brarti lu bakal bisa kelupaan ga napas dung.. Yang perlu disorotin adalah tentang LOGIKA dan EMOSI yang saling bersebrangan prosesnya, LOGIKA lu butuh alasan sedangakan EMOSI lu cuma butuh keyakinan. Yup, karena 2 hal yang bersebrangan itulah tercipta cewek dan cowok. Dua hal yang berbeda itulah yang menyebabkan pembentukan perbedaan karakter cewek dan cowok.

Lu pernah dengar MEN are from MARS and WOMEN are from VENUS? Bener ga seh nenek moyang kita masing-masing dari situ? ya ga lah sob, lu tlusurin pake ilmu sejarahnya Dan Brown juga ga bakal nemu fosil kakung lu di mars ato venus. Jadi maksudnya apa? Maksudnya tak lain adalah kalo COWOK dan CEWEK itu adalah makhluk yang berbeda, berbeda atas apa? OTAK. Ya, dari sang pengambil keputusan itu lah karakter mereka berkembang menurut sifatnya masing-masing. Lantas, bagaimanakah perbedaan OTAK mereka? Apa yang cowok lebih gede kepalanya dan yang cewek kecilan? Bukan, tetapi perbedaan ini adalah tentang bagian otak mana yang mendominasi antara cewek dan cowok.

Cowok cenderung didominasi oleh otak LOGIKA sebanyak 80%, sedangkan 20% sisanya adalah otak EMOSI. Jadi pria lebih cenderung suka mencari tahu alasan yang masuk akal untuk mengiyakan sesuatu. Sedangkan bagaimana cewek, kebalikannya sob. Cewek cenderung sebanyak 80% berpikir menggunakan otak EMOSI dan 20% menggunakan otak LOGIKA, jadi jangan heran kalo banyak yang bilang cewek itu penuh misteri atau juga banyak yang bilang plin-plan :D Jadi apa gunanya lu ngetahuin semua ini?

Seperti yang penah gwe bilang sebelumnya, buat ngebangun relationship ama cewek lu kudu kenalin dolo bagaimana proses dibalik pengambilan keputusan cewek, dan setelah lu tau kuncinya bahwa cewek memakai otak EMOSI buat mengambil keputusan.. jadi lu kudu ubah cara pikir lu yang pada defaultnya berpikir dengan dominasi otak LOGIKA dengan otak EMOSI, lu cowok kan sob? Kalo lu cowok, lakuin sperti yang gwe bilang barusan. Lupakan otak LOGIKA lu dan gunakan otak EMOSI lu! Lu kudu percaya dengan RASA daripada ALASAN, karena sebenarnya yang ngehalang-ngehalangin lu buat ngebangun relationship ama cewek adalah ALASAN dari otak LOGIKA lu! Untuk bagaimana cara berpikir secara EMOSI bakal gwe post di artikel selanjutnya.

Regard,
izayoi

OTAK FISIK, LOGIKA, dan EMOSI

Filed under: Relationship, Self-Improvement — pinterpijit @ 12:07 pm

Setelah memahami pentingnya buat ngetahuin pemrosesan keputusan cewek, sekarang gwe mo ngomong tentang bagaiamana sih dibalik  pemrosesan keputusan itu sendiri. Gwe dapet isnpirasi ini dari temen gwe Ron, yang ngangkat dari buku “The Triune Brain Theory”. Setelah gwe obrak-abrik bukunya, akhirnya gwe jadi pengen share beberapa hal di sini. Maklum gwe cuma newbie yang hanya ingin sharing dengan pemahaman gwe sendiri, semoga suatu saat gwe bisa bikin teori sendiri :D

Menurut Teori Otak tersebut, pada dasarnya OTAK manusia terbagi atas 3 bagian. Yaitu otak FISIK, LOGIKA, dan EMOSI.

FISIK, LOGIKA, dan EMOSI
Pusat Pengambilan Keputusan

Setiap bagian memiliki peranan dan karakteristik yang berbeda dalam melakukan proses. Secara garis besar perbedaan yang mendasar diantara ketiga bagian itu antara lain adalah:

1. OTAK FISIK, adalah bagian yang berfungsi untuk memproses segala sesuatu yang berhubungan dengan fisikal, seperti kerja jantung, kerja paru-paru dll

2. OTAK LOGIKA, adalah bagian yang berfungsi memproses segala sesuatu yang berhubungan dengan pemikiran seperti alasan, bahasa, perhitungan, dll

3. OTAK EMOSI, adalah bagian yang berhubungan dengan dengan rasa, seperti amarah, keindahan, musik dll

Jadi apabila otak kita merespon suatu masalah, maka otak kita akan bekerja secara 3 jenis, yaitu diproses secara FISIK, LOGIKA, dan EMOSI. Namun pada kenyataannya masing-masing bagian tersebut memiliki porsi yang tidak tentu dalam memproses suatu masalah tergantung situasi dan kondisi. Setiap bagian baik FISIK, LOGIKA, dan EMOSI akan menghasilkan respon yang berbeda karena sistem pemrosesan tiap bagian itu sangat berbeda.  Bagian yang mendominasi-lah yang akan menentukan bagaimana respon yang dilakukan.

PEMROSESAN OTAK FISIK, ketika bagian ini yang bekerja maka otak akan menanyakan bukti fisik yang ada dalam pemrosesan suatu masalah. Karena otak fisik perlu bukti fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera. Jadi secara kasar dapat dibilang, ga peduli apapun alasannya, asal ada bukti baru percaya.

PEMROSESAN OTAK LOGIKA, ketika bagian ini yang bekerja maka otak akan menanyakan alasan yang logis dalam pemrosesan suatu masalah. Otak  logika berhubungan erat dengan proses logic, rumus dan perhitungan. Secara kasar boleh dibilang, ga peduli ada atau enggak buktinya, yang penting alasannya masuk akal bisa dipercaya.

PEMROSESAN OTAK EMOSI, bagian ini tidak akan menanyakan alasan dan bukti dalam pemrosesan suatu masalah, yang dibutuhkan adalah keyakinan. Otak emosi berhubungan erat dengan rasa, jadi secara kasar dapat dibilang, ga peduli ada bukti atau ga, alasannya masuk akal atau ga, yang penting yakin maka otomatis percaya.

Setelah lu pahamin cara kerja bagian otak tadi, nah akhirnya gwe kasih kunci untuk mengendalikan proses keputusan cewek, yaitu bagian OTAK EMOSI! Kalo lu bisa ngontrol bagian ini,  ga peduli ada bukti atau ga, alasan masuk akal atau ga, lu bakal bisa buat si cewek percaya untuk jatuh cinta ke lu.. very smart… :)

Regard,
izayoi

Thanks to,
Ron

Pemrosesan Keputusan Cewek

Filed under: Relationship, Self-Improvement — pinterpijit @ 10:45 am

Hi sob, gwe mo sharing beberapa hal tentang masalah yang kliatannya ga penting namun mungkin bakal sedikit memberikan pandangan lain tentang bagaiamana cara menyikapi cewek.  Kalo lu sering bertanya-tanya bagaimana sih cara cewek nentuin cowok mana yang bakal dia cintai,  lu perlu mengerti tentang pusat pengambilan keputusan mereka terlebih dahulu. Jadi apakah pusat pengambilan keputusan itu? Yup, anak SD yang baru belajar IPA juga tau kalo hal yang dimaksud adalah OTAK. Bagaimana sih otak itu bekerja dan apa hubungannya dengan cewek itu sendiri?

Seperti yang gwe bilang, untuk tau gimana caranya biar bisa dicintai cewek, lu kudu tau cara pemikiran mereka. Apakah cowok itu ganteng, kaya, pintar, kuat, cool dan lain sebagainya adalah preferensi yang dihasilkan oleh pemrosesan yang dlakukan oleh otak si cewek. Jadi agar  kita bisa dicintai oleh si cewek, kita harus memasukkan input yang benar agar dalam pemrosesan menghasilkan output yang sesuai dengan preferensi mereka.  Nah dengan memahami tentang sistem pemrosesan itu sendiri, maka kita bisa tau input yang mana yang seharusnya kita berikan agar menghasilkan output yang sesuai dengan preferensi mereka. Perlu diingat apabila kita memasukan sesuatu input, maka setelah diproses hasilnya bisa menjadi output tetap dan output berubah. Dengan kata lain, kita tidak harus menginputkan data yang berkarateristik sama persis dengan output untuk menghasilkan karakteristik output yang di inginkan, biarkan proses itu sendiri yang mengubahnya, namun sebelumnya  lu kudu bener-bener paham input mana saja yang valid untuk dimasukkan.

Semoga tulisan gwe sedikit membuka sisi lain cara lu memandang tentang bagaimana menempatkan diri lu dalam relationship.

Regard,
izayoi

Theme: Silver is the New Black. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.